KAYAMARA JAYA

Official Website




Cara Budidaya Pisang Cavendish

Aug
27
2022
by : .... Posted in : Blog

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer dikalangan masyarakat. Pisang ini lebih dikenal dengan istilah Pisang Ambon Putih. Pisang cavendish banyak dikembangbiakkan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense. Rasa yang khas dan lezat membuat pisang ini banyak diminati dimasyarakat sehingga permintaanya cukup tinggi. Oleh sebab itu budidaya pisang cavendis menjadi peluang yang sangat menguntungkan saat ini.

Ciri-ciri pisang cavendish yaitu :

  • Batang berwarna hijau dengan tinggi sekitar 2,5 sampai 3 meter,
  • Satu tandan pisang terdiri dari 8-13 sisir dengan berat 15-30 kg dan panjang tandan sekira 60-100 cm
  • rasa khas yang manis namun agak asam dan tekstur yang lunak,
  • buahnya juga memiliki warna putih kekuningan,
  • Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus.

 

Tips budidaya pisang cavendish :

  1. Pemilihan Bibit. Pilihlah tunas dari pohon yang menghasilkan buah berkualitas baik. Pilih tunas yang  memiliki tinggi sekira 1 sampai 1,5 meter dan diameter batang sekira 7-12 cm.
  2. Penyiapan Lahan. Buatlah saluran air di sekitar lahan tanam agar tidak ada air yang menggenang di sekitar pohon cavendish yang dapat menyebabkan tunas pisang menjadi membusuk. Usahakan pH tanah diangka 5. Jika kurang dari itu taburilah kapur pada tanah dengan dosis sekitar 300 kg/ha untuk menjaga kadar keasaman tanah.
  3. Pemupukan Sebelum Penanaman. Buat lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm. Jika penanaman lebih dari satu pohon buatlah jarak 3-4 meter antar lubang. Campurkan satu sendok makan pupuk NPK, satu sendok makan pupuk puradon dan 2 kg pupuk kandang pada tanah yang akan ditanami pisang cavendish. Diamkan selama 2 minggu sebelum proses penanaman.
  4. Penanaman. Tanamlah tunas pisang ke dalam lubang tanam dengan posisi akar menyentuh tanah. Pastikan bibit pisang harus lebih tinggi 20-30 cm di atas permukaan tanah. Siramilah bibit tersebut dengan air secukupnya.
  5. Pemupukan Setelah Penanaman. Berikan pupuk organik atau pupuk anorganik 1 bulan setelah penanaman pisang cavendish. Bisa juga diberi campuran pupuk 250 gram Za, 100 gram DS, dan 150 gram ZK pada setiap pohon. Setelah itu, berilah pupuk sebanyak tiga bulan sekali.
  6. Perawatan Pisang Cavendish. Setelah menanam, lakukanlah perawatan agar pohon cavendish terhindar dari hama penyakit .
    • Lakukanlah perampalan atau memotong pelepah yang sudah kering.
    • Siramilah pohon pisang tersebut secara rutin.
    • Singkirkan gulma atau rumput liar yang berada di sekitar pohon. Jika dibiarkan, pohon cavendish akan berebut unsur hara dengan rumput liar di sekitarnya.
    • Jika anak pohon cavendish tumbuh, segera pisahkanlah pohon tersebut dan tanam pada lubang lain dengan jarak 3-4 meter dari pohon lainnya.
    • Potonglah jatung pisang ketika bunga terakhirnya mekar untuk mencegah perlambatan pertumbuhan buah pisang.
    • Untuk menghindari serangan serangga atau gesekan daun, bungkuslah pisang menggunakan kantong plastik seukuran 1 meter x 45 cm.
    • Buanglah buah pisang yang tidak tumbuh sempurna.
  7. Pemanenan. Pemanenan bisa dilakukan ketika pohon berusia 12-13 bulan. Pemanenan tergantung cuaca dan musim. Pada saat musim kemarau, bisa dipanen saat mencapai umur 80 hari setelah jantung pisang keluar. Pada musim penghujan, panen bisa dilakukan setelah 120 hari setelah jantung pisang keluar.

Bibit pisang cavendish tersedia di UPTD  Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Benih Tanaman Pertanian (BP3MBTP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Unit Wonocatur yang berlokasi di Banguntapan, Bantul. Untuk harga dapat menghubungi langsung di (0274) 566687 atau layanan informasi di  http://bit.ly/informasiBP3MBTP atau via email : bpppmbtp.diy@gmail.com

 

Unit-Unit Produksi UPTD BP3MBTP

Tanaman Pangan :

  •  Unit Wijilan, Kulon Progo
  •  Unit Berbah, Sleman
  •  Unit Gading, Gunung Kidul
  •  Unit Kedung Poh, Gunung Kidul
  •  Unit Gesikan, Bantul

Horkultura :

  •  Unit Ngipiksari, Sleman
  •  Unit Tambak, Kulon Progo
  •  Unit Wonocatur

Perkebunan :

  •  Unit Ngipiksari, Sleman
  •  Unit Tambak, Kulon Progo
  •  Unit Potrobayan, Pundong,