Menu

Cara Bagi Hasil Dalam Investasi Syariah

Mar
16
2018
by : .. Posted in : Blog, Investasi

Cara Bagi Hasil Dalam Investasi Syariah Di antara produk Islam di dalam bidang ekonomi adalah Al-Mudharabah (bagi hasil). Al-Mudharabah ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bisnis skala kecil maupun besar, terlebih lagi untuk orang-orang yang: Punya skill (kemampuan) dan pengalaman tetapi tidak punya modal. Punya modal yang uangnya ‘menganggur’ di bank tetapi tidak memiliki skill (kemampuan) dan pengalaman dan tetapi juga menginginkan keuntungan. Orang yang tidak punya kedua hal di atas, tetapi bisa diajak bekerja dan bekerjasama. Ketiga kekuatan ini apabila digabungkan, insya Allah akan menjadi kekuatan yang besar untuk ‘mendongkrak’ perekonomian Islam.

Al-Mudharabah (bagi hasil) memiliki lima unsur penting (rukun), yaitu: Al-Mudhaarib (pemilik modal/investor) dan Al-‘Amil (pengusaha bisnis) Shighatul-aqd (yaitu ucapan ijab dan qabul/serah terima dari investor ke pengusaha) Ra’sul-maal (modal) Al-‘Amal (pekerjaan) Ar-Ribh (keuntungan) Di dalam Al-Mudharabah, Al-Mudhaarib (investor) menyerahkan ra’sul-maal (modal) kepada Al-‘Amil (pengusaha) untuk berusaha, kemudian keuntungan dibagikan kepada investor dan pengusaha dengan prosentase (nisbah) yang dihitung dari keuntungan bersih (ar-ribh).


AKAD

Akad Akad Al-Mudharabah membutuhkan kejelasan dari kedua belah pihak. Dan kejelasan tersebut tidak diketahui kecuali dengan lafaz atau tulisan. Oleh karena itu, ijab-qabul (serah terima) modal.


MODAL

Modal Para ulama mensyaratkan empat syarat agar harta bisa menjadi modal usaha. Keempat syarat tersebut yaitu: – Harus berupa uang atau barang-barang yang bisa dinilai dengan uang. Harus nyata ada dan bukan hutang. Harus diketahui nilai harta tersebut. Harus diserahkan kepada pengusaha.


PEMBAGIAN KEUNTUNGAN USAHA

Jenis Usaha Tidak ada pembatasan jenis usaha di dalam Al-Mudharabah. Al-Mudharabah bisa terjadi pada perdagangan, eksploitasi hasil bumi, properti, jasa dan lain-lain. Yang paling penting usaha tersebut adalah usaha yang halal menurut syariat Islam. E. Keuntungan Para ulama mensyaratkan tiga syarat dalam pembagian keuntungan – Harus ada pemberitahuan bahwa modal yang dikeluarkan adalah untuk bagi hasil keuntungan, bukan dimaksudkan untuk pinjaman saja. – Harus diprosentasekan keuntungan untuk investor dan pengusaha Keuntungan yang diperoleh juga harus jelas, misal untuk investor 40% dan pengusaha 60%, 50% – 50%, 60% – 40%, 5 % – 95% atau 95% – 5%. Hal ini harus ditetapkan dari awal akad. Tidak diperkenankan membagi keuntungan 0% – 100% atau 100% – 0%. Besar prosentase keuntungan adalah bebas, tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.



Kerjamasa Bagi Hasil

klikaja

artikel lainnya Cara Bagi Hasil Dalam Investasi Syariah

Saturday 25 August 2018 | Blog

Orang-orang akan lebih mungkin membeli barang atau memakai jasa dari nama yang mereka percaya dan mudah…

Thursday 15 March 2018 | Bisnis, Blog

Kayamara Advertising, anak perusahan dari Kayamara group yang bergerak di bidang Teknologi Informasi Komunikasi Advertising khususnya…

Tuesday 20 February 2018 | Blog

Investasi Network, Kayamara Silaturahmi ke Zaky Digital Media produsen jam digital masjid Jam digital masjid adalah…

Thursday 11 October 2018 | Blog

Ini Rahasia saya memiliki produk yang LARIS dijual bertahun-tahun di internet . . Rahasianya : 1.…

iklankayamaraadvertising
Head Office: Jl. Salak 5 No. 125 RT. 4/19 Ngringo, Jaten, Karanganyar, 57772
0271-8202839
085647595948
085725072225
marketingkayamara@gmail.com